Studi Banding Perkeretaapian Di Cina - News Back

Breaking

Mar 29, 2013

Studi Banding Perkeretaapian Di Cina

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia
(KAI) kembali mengirim para
pegawainya untuk mengikuti studi banding perkeretaapian di China. Perseroan menargetkan bisa
mengirim 1.200 orang pegawai
berprestasi ke luar negeri termasuk 700 di antaranya ke China hingga
akhir 2013.

"Program ke China ini yang keenam, nanti tanggal 23 Maret ada rombongan lagi, April ada dua lagi (rombongan), dan Juni. Target saya paling kurang 1.200 pegawai pernah
lihat kereta api di luar Indonesia supaya ada wawasan baru," kata
Direktur Utama KAI Ignasius Jonan saat pelepasan rombongan program studi banding 'Melihat China dalam
Perspektif Perkeretaapian Beijing-Shanghai di Gedung JRC, Juanda, Jakarta, Sabtu (16/3/2013).

Jonan mengatakan, tujuan
pengiriman para pegawai ini untuk memberikan wawasan baru bagi para
anak buahnya. Sehingga nantinya pengalaman melihat sistem perkeretapian di China bisa diterapkan di tanah air terutama hal yang positif.
"Tujuan supaya Anda yang dikirim memiliki wawasan baru, kalau di sini saja nggak ketemu barang-
barangnya, itu-itu saja," katanya. Ia menuturkan, dari seluruh pegawai
KAI yang berjumlah 27.000 orang, sebanyak 1.200 orang yang dikirim ke luar negeri bisa menularkan dan
berbagi pengalaman tentang
perkeretaapian. "Sebanyak 1.200 pasti akan dikirim
sampai akhir tahun, sehingga dari 25 pegawai ada satu pernah ke luar, bisa sharing dengan temannya. Jadi
nggak mungkin dikirim semua,"katanya.

Kegiatan berlangsung dari 16-20 Maret 2013, yang dikuti oleh 91 orang. Rencananya rombongan akan
menjajal empat rute kereta di Negeri Tirai Bambu tersebut. Rute kereta itu antara lain kereta
api cepat (CRH) dari Beijing ke Tianjin, termasuk melihat fasilitas dan pelayanan di Stasiun Tianjin.
Saat kembali ke Beijing, rombongan
juga akan memakai kereta api cepat
Tianjin ke Beijing

Rute kedua, saat di Beijing para pegawai KAI akan menjajal fasilitas kereta subway atau kereta bawah
tanah. Rute ketiga, rombongan akan
menjajal jalur kereta peluru atau bullet train dari Beijing ke Shanghai. Kereta peluru ini mampu berlari dengan kecepatan di atas
300 km per jam. Terakhir,
rombongan akan menikmati kereta bandara di Shanghai yang lebih dikenal kereta Maglev dari Shanghai ke Bandara Pudong.
Kegiatan studi banding ini sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

Selain ke China,
KAI juga mengirim para pegawainya
belajar sistem perkeretaapian di Prancis, AS, Jepang, Spanyol, India,
dan lain-lain. Berdasarkan data KAI, pada 2011
lalu telah dikirim 23 orang ke China, kemudian pada 2012 telah dikirim
305 orang terdiri 4 gelombang. Sedangkan untuk tahun ini akan dikirim sebanyak 196 orang terbagi
dua gelombang masing-masing 91 orang dan 105 orang. Dengan demikian total pegawai KAI yang
telah berangkat ke China mengikuti studi banding mencapai 524 orang.

No comments:

Post a Comment